Sampai sekarang, banyak orang masih bertanya-tanya, ”Apa sih enaknya naik gunung?” Badan lelah, kedinginan, kelaparan, dan bahkan bisa kehilangan nyawa. Tapi sebenarnya, jika kita tahu trik-trik pendakian, kegiatan ini sungguh menyenangkan. Selama kita tahu batas kemampuan diri sendiri, kegiatan ini aman.
Kota Garut, Jawa Barat, menjadi tempat tujuan BERANI untuk melakukan pendakian Gunung Papadayan. Gunung ini merupakan alah satu gunung berapi aktif di Jawa Barat yang sangat terkenal di kalangan para pendaki, khususnya pemula.
Seperti halnya gunung-gunung lain, ada beberapa pintu masuk untuk menuju Gunung Papandayan. Salah satunya melalui Desa Cisurupan, sebuah desa di kaki Gunung Papandayan. Untuk menuju pos pendakian, BERANI menumpang ojek dengan kondisi jalan menanjak.
Di pos pendakian, BERANI mendaftarkan diri dengan menyerahkan foto copy KTP beserta uang masuk sebesar Rp2.000. Bagi para pendaki yang beristirahat bisa mendirikan tenda di area bumi perkemahan Camp Davies. Tapi ada sebagian pendaki yang langsung melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung.
Menikmati pemandangan Alam
Saat perjalanan menuju puncak gunung, BERANI harus menempuh perjalanan jauh selama 4 jam dengan kondisi jalan yang berbatu dan menanjak. Di sini, para pendaki harus sangat berhati-hati. Jika tidak, bisa terpeleset dan menimpa batu-batu besar yang ada di sekeliling jalan.
Selain dikenal banyak orang karena pemandangan alamnya, gunung ini juga dijadikan sumber ilmu pengetahuan bagi pelajar, mahasiswa, dan para peneiti gunung api. Hampir setiap bulan, terutama bulan April dan November, banyak orang dari dalam dan luar negeri mengunjungi gunung ini. Baik untuk penelitian maupun wisata.
Kawah Emas
Selama perjalanan menuju puncak gunung, BERANI menyaksikan pemandangan alam yang indah. Ada pohon yang hangus terbakar dan tanah yang mengeluarkan asap panas dari bebatuan gunung. Asap itu mengeluarkan bau belerang yang begitu menyengat.
Biasanya, di sini para pendaki menyempatkan diri untuk berfoto bersama mengabadikan pemandangan alam yang mungkin tidak ada di kawasan wisata alam lainnya. Setelah itu, kita akan melewati danau warna. Danau alam itu berwarna hijau dan mengeluarkan bau belerang.
Pondok Saladah
Ketika perjalanan hampir sampai di puncak gunung, kondisi perjalanan terasa sedikit menyejukkan karena rimbunnya pepohonan. Berbeda dengan sebelumnya, udara terasa panas karena di sekitarnya jarang ada pepohonan dan hanya berupa tebing dan batu-batu besar.
Sesampainya di Pondok Saladah, terdapat padang rumput yang ditumbuhi bunga edelweiss. Di sana juga mengalir sungai Cisaladah yang airnya mengalir sepanjang tahun. Tempat itu biasa dijadikan perkemahan sebelum sampai ke puncak gunung.
Terkenal di Kalangan Pendaki
Gunung ini sangat terkenal di kalangan para pendaki, khususnya pendaki pemula. Ada beberapa jalur yang bisa ditempuh, yaitu dari Pengalengan dan dari Cisurupan (Garut). Sedangkan, pendakian menuju puncak gunung ditempuh dari Cisurupan.
Perjalanan menuju puncak dari Cisurupan lebih singkat jika dibandingkan melalui jalur Sedep atau Cileuleuy (Pangalengan). Pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan adalah saat kita bisa berdiri di puncak gunung sebagai tempat tertinggi di daratan.