Macet lagi…macet lagi…! Hmmm…mungkin itulah keluhan yang biasanya kita ucapkan saat perjalanan menuju sekolah. Teman-teman yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya mungkin sering mengalami kemacetan. Terutama, di area perkantoran, sekolah, atau pusat perbelanjaan.
Banyak sekali hal yang dapat menyebabkan kemacetan. Misalnya angkutan umum yang berhenti sembarangan, para pengendara yang tidak tertib, dan jalanan yang sudah rusak. Penyebab lain adalah bertambahnya jumlah kendaraan, sedangkan lebar jalan tidak bertambah.
Jarang Terjadi Kemacetan
Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Surakarta adalah kota yang nyaman, indah, dan sejuk. Kami yang tinggal di Surakarta kadang-kadang juga mengalami kemacetan, tetapi tidak separah seperti di kota besar lainnya.
Jalan utama seperti Jalan Slamet Riyadi sangat ramai, tetapi jarang terjadi kemacetan. Banyak petugas polisi yang berjaga di jalan-jalan yang ramai untuk mengatur lalu lintas. Selain itu, para pengendara di Surakarta selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas sehingga kemacetan dapat dihindari.
Kemacetan di Surakarta biasanya terjadi di sekitar pusat perbelanjaan atau di beberapa sekolah yang jumlah muridnya cukup banyak. Pada saat berangkat atau pulang sekolah, jalan tersebut dipenuhi orangtua yang mengantar atau menjemput anak-anaknya. Di beberapa pasar tradisional yang cukup terkenal seperti Pasar Klewer, juga kadang terjadi kemacetan. Itu karena adanya beberapa angkutan umum yang berhenti untuk mengangkut penumpang.
Kerugian Kemacetan
Tahukah kalian, kerugian apa saja yang timbul karena kemacetan? Selain waktu kita terbuang dan terlambat tiba di tujuan, kemacetan juga menambah polusi udara serta membuat tingkat kecelakaan meningkat. Kemacetan juga mengakibatkan pemborosan bahan bakar. Padahal saat ini pemerintah sedang gencar melaksanakan berbagai program untuk mengatasi global warming.