Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (8/2), mulai memberlakukan status siaga I daerah hilir Bengawan Solo di Bojonegoro. Status itu diambil guna menghadapi luapan banjir Bengawan Solo pada musim hujan kali ini. “Ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro terus merambat naik. Masyarakat sudah kami minta untuk waspada,” kata staf Pemkab Bojonegoro Jhony Nurhariyanto.
Sejak Senin pukul 06.00 WIB, ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro telah melewati batas normal, yaitu naik sekitar 38 sentimeter. Dengan kenaikan itu, banjir luapan Bengawan Solo berpeluang terjadi. Menurut data pemerintah, ada 144 desa di 15 kecamatan yang menjadi langganan banjir Bengawan Solo. Banjir terparah biasanya melanda Kecamatan Trucuk, Kota, Kalitidu, Padangan, Kanor, Malo, dan Kapas.