Beternak kelinci hias merupakan salah satu usaha yang bisa memberikan keuntungan tersendiri. Tentunya, bila usaha tersebut ditekuni secara serius. Hal ini pula yang dilakukan oleh Ibu Yanti Dwimaryanti (43 tahun). Berawal dari hobi, kini ia menjadi seorang peternak kelinci hias yang cukup dikenal.
Pada Selasa (24/2), BERANI berkunjung ke peternakan kelinci milik Ibu Yanti. Nama peternakannya, Riponti Rabbit. Lokasinya terletak di Jalan Pangkalan Jati V Bawah, Kalimalang, Jakarta Timur.
Ternyata, Ibu Yanti tidak menjalankan usahanya seorang diri. Ia dibantu oleh sang suami, Bapak Bambang Darmo Satrio (48 tahun). Kini, sebagian besar lahan pekarangan di belakang rumah mereka telah “disulap” menjadi peternakan kelinci hias.
“Semua ini berawal pada sekitar tahun 2000. Waktu itu,
anak kami gemar membeli kelinci-kelinci hias. Sayangnya,
setelah merasa bosan, ia tak lagi merawat kelincinya,” ujar Bu Yanti. Kondisi inilah yang mendorongnya untuk merawat kelinci sang anak. Setelah berhasil mengembangbiakkan, ia pun mencoba menambah jumlah dan jenis kelinci hias koleksinya.
Banyak Belajar
Memasuki tahun 2006, Ibu Yanti mulai berpikir untuk
mengembangkan hobinya menjadi sebuah usaha peternakan. Ia
pun menambah jumlah kandang di pekarangan rumahnya. Selain itu, ia juga menjual anak-anak kelinci. Menurutnya,
usaha beternak kelinci itu menyenangkan. Selain bulunya
aman bagi kesehatan anak-anak, biaya perawatan kelinci
pun tergolong murah.
Usaha beternak kelinci hias juga mendatangkan banyak keuntungan. Dalam seminggu, biasanya ia mampu menjual 8 hingga 20 ekor kelinci. Harganya pun berkisar antara
Rp80.000 hingga Rp600.000. Tak hanya itu! Kotoran kelinci
pun bisa diolah menjadi pupuk.
Ragam Kelinci Hias
Hingga kini, ada sekitar sembilan jenis kelinci hias
yang terdapat di Riponti Rabbit. Berikut beberapa di antaranya.
Lop. Kelinci ini memiliki ciri khas bentuk telinga yang
turun. Jenisnya terbagi lagi dalam holland lop, american
fuzzy lop, dan angora lop.
Tan. Ciri khas jenis ini memiliki bulu berwarna hitam
dengan kombinasi warna perak maupun oranye pada
dadanya.
Rex. Jenis ini sering disebut bulu karpet karena
bulunya yang halus. Kelinci ini paling mudah perawatannya karena berbulu pendek.
Angora. Kelinci angora berbulu panjang dengan telinga
berdiri. Angora membutuhkan perawatan khusus, seperti
menyisir bulu dan sebagainya.
Dwarf. Kelinci ini memiliki ukuran tubuh mini atau kecil. Jenisnya terbagi lagi dalam netherland dwarf dan
dwarf hotot.