berita detail

Asyiknya Beternak Kelinci Hias!
Jakarta -  26-Feb-2009

Beternak kelinci hias merupakan salah satu usaha yang bisa memberikan keuntungan tersendiri. Tentunya, bila usaha tersebut ditekuni secara serius. Hal ini pula yang dilakukan oleh Ibu Yanti Dwimaryanti (43 tahun). Berawal dari hobi, kini ia menjadi seorang peternak kelinci hias yang cukup dikenal.

Pada Selasa (24/2), BERANI berkunjung ke peternakan kelinci milik Ibu Yanti. Nama peternakannya, Riponti Rabbit. Lokasinya terletak di Jalan Pangkalan Jati V Bawah, Kalimalang, Jakarta Timur.

Ternyata, Ibu Yanti tidak menjalankan usahanya seorang diri. Ia dibantu oleh sang suami, Bapak Bambang Darmo Satrio (48 tahun). Kini, sebagian besar lahan pekarangan di belakang rumah mereka telah “disulap” menjadi peternakan kelinci hias.

“Semua ini berawal pada sekitar tahun 2000. Waktu itu, anak kami gemar membeli kelinci-kelinci hias. Sayangnya, setelah merasa bosan, ia tak lagi merawat kelincinya,” ujar Bu Yanti. Kondisi inilah yang mendorongnya untuk merawat kelinci sang anak. Setelah berhasil mengembangbiakkan, ia pun mencoba menambah jumlah dan jenis kelinci hias koleksinya.

Banyak Belajar

Memasuki tahun 2006, Ibu Yanti mulai berpikir untuk mengembangkan hobinya menjadi sebuah usaha peternakan. Ia pun menambah jumlah kandang di pekarangan rumahnya. Selain itu, ia juga menjual anak-anak kelinci. Menurutnya, usaha beternak kelinci itu menyenangkan. Selain bulunya aman bagi kesehatan anak-anak, biaya perawatan kelinci pun tergolong murah.

Usaha beternak kelinci hias juga mendatangkan banyak keuntungan. Dalam seminggu, biasanya ia mampu menjual 8 hingga 20 ekor kelinci. Harganya pun berkisar antara Rp80.000 hingga Rp600.000. Tak hanya itu! Kotoran kelinci pun bisa diolah menjadi pupuk.

Ragam Kelinci Hias

Hingga kini, ada sekitar sembilan jenis kelinci hias yang terdapat di Riponti Rabbit. Berikut beberapa di antaranya.

Lop. Kelinci ini memiliki ciri khas bentuk telinga yang turun. Jenisnya terbagi lagi dalam holland lop, american fuzzy lop, dan angora lop.

Tan. Ciri khas jenis ini memiliki bulu berwarna hitam dengan kombinasi warna perak maupun oranye pada dadanya.

Rex. Jenis ini sering disebut bulu karpet karena bulunya yang halus. Kelinci ini paling mudah perawatannya karena berbulu pendek.

Angora. Kelinci angora berbulu panjang dengan telinga berdiri. Angora membutuhkan perawatan khusus, seperti menyisir bulu dan sebagainya.

Dwarf. Kelinci ini memiliki ukuran tubuh mini atau kecil. Jenisnya terbagi lagi dalam netherland dwarf dan dwarf hotot.


Liputan/penulis: ITA
Sumber: www.berani.co.id

Kirim ke teman:
Nama kamu:

Judul:

Email kamu:

Email teman:
Pesan: